Kosmetik dan Barang Keperluan Rumah Tangga
ADES MBTO MRAT TCID UNVR
Peralatan Rumah Tangga
CINT KICI LMPI

5. Infrastruktur

Energi
KOPI LAPD PGAS RAJA
Jalan Tol, Pelabuhan, Bandara dan Sejenisnya
CMNP JSMR META
Telekomunikasi
BTEL EXCL FREN INVS ISAT TLKM

6. Pertambangan

Pertambangan Logam dan Mineral Lainnya
ANTM CITA CKRA DKFT INCO PSAB SMRU TINS
Pertambangan Batu-batuan
CTTH MITI
Konstruksi Bangunan
ACST ADHI DGIK NRCA PTPP SSIA TOTL WIKA WSKT
Jasa Komputer dan Perangkatnya
ASGR DNET LMAS MLPT MTDL
Perusahaan Investasi
ABMM BHIT BMTR BNBR BRMS MLPL MYRX MYRXP PLAS POOL
SRTG
Lainnya
DYAN GEMA ITMA MFMI MIKA SILO

CCI (Commodity Channel Index), pertama kali diperkenalkan oleh Donald Lambert pada sebuah artikel yang dipublikasikan pada tahun 1980. Lambert sendiri pada dasarnya adalah trader komoditi.

Pada awalnya indikator ini digunakan untuk mengetahui daerah jenuh beli dan jenuh jual pada pasar komoditi. Namun seiring berkembangnya waktu, indikator ini pun dipergunakan pada pasar finansial lainnya, termasuk pasar modal.

Nilai-nilai Dasar CCI adalah:
AREA JENUH BELI (di atas 100) Pada saat grafik berada di daerah jenuh beli (di atas 100) merupakan saat yang tepat untuk melakukan aksi SELL / JUAL. Hal ini didasarkan karena harga tersebut tidak akan bergerak lebih tinggi lagi. Sehingga pergerakan harga akan lebih pasti, yaitu bergerak ke bawah.

AREA JENUH JUAL (di bawah -100) Pada saat grafik berada di daerah jenuh jual (di bawah -100) merupakan saat yang tepat untuk melakukan aksi BUY / BELI. Hal ini didasarkan karena harga tersebut tidak akan bergerak lebih rendah lagi. Sehingga pergerakan harga akan lebih pasti, yaitu bergerak ke atas.

AREA TENGAH (di antara 100 dan -100). Daerah tengah merupakan waktu yang TIDAK TEPAT untuk melakukan buka posisi. Hal ini dikarenakan karena kita akan lebih sulit memprediksi harga akan NAIK atau TURUN.